Penyakit ‘Ain

Disadur dari tulisan:
Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

بسم اللٌه الرٌحمن الرٌحیم

'Ain itu Haq

‘Ain atau penyakit ‘ain adalah penyakit atau gangguan yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang takjub atau benci.

Berkata IIbnu Abbas ra, Rasul saw bersabda:

العين حقُُّ ولو كان شيء سابق القدر لسبقته العين

“Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya.” 

Berkata Aisyah ra:

كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَسْتَرْقِيَ مِنَ العَيْ

"Dahulu Rasul SAW memintaku agar aku diruqyah untuk menyembuhkan ‘ain."

Berkata Jabir bin Abdillah ra, Rasul SAW bersabda:

أكثرُ مَن يموت بعدَ قضاءِ اللهِ وقَدَرِهِ بالعينِ

"Sebab yang paling banyak menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah SWT adalah 'ain." 

Kejadian (penyakit 'ain) di Masa Rasul SAW

Kemudian Rasul SAW mendatangi Amir ra dan bersabda:

عَلاَمَ يَقْتُلُ أًحَدُكمْ أَخَاهُ؟ أَلا بَرَّكْتَ؟

"Atas dasar apa kalian mau membunuh saudaranya? Mengapa engkau tidak memohonkan keberkahan?"

HR. Malik (al-Muwattha), Ibnu Majah & Shahih Ibnu Hibban Tweet

Berkata Aisyah ra:

ما لِصبيِّكم هذا يبكي قهلاََ استرقيتم له من العين

“Kenapa anak kecilmu ini menangis? Tidakkah kamu mencari orang yang bisa mengobati dia dari penyakit ‘ain?”

Bila anak terlalu kurus. Atau anak tidak mau menyusu pada ibunya tanpa sebab.

Berkata Jabir ra, Rasul SAW berkata kepada  Asma’ binti Umais ra:

“Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma menjawab, “Tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘ain”. Beliau SAW berkata, “Kalau begitu bacakan ruqyah baginya."

Allah SWT berfirman:

وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Dan mengapa ketika kamu memasuki kebunmu kamu tidak mengatakan “MasyaAllah, Laa Quwwata Illaa Billah”.

Berkata Ibnu Katsir rhm:

قال بعض السلف من أعجبه شيء من حاله، أو ماله، أو ولده فليقل: ما شاء لا قوة إلا بالله

Sebagian salaf mengatakan: orang yang kagum pada keadaannya atau hartanya atau pada anaknya, hendaknya ucapkan maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah.

Rasul SAW bersabda:

اللهم إني أسألك العفو والعافية في ديني ودنياي وأهلي ومالي

"Ya Allah, aku meminta ampunan dan keselamatan pada agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku."

Cara Menghindari 'Ain

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانِِ وَ هَامَّةِِ وَ مِنْ كُلِّ عَيْنِِ لامَّةِِ

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah swt yang telah sempurna dari godaan setan, binatang beracun dan dari pengaruh ‘ain yang buruk."

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَِ

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah SWT yang telah sempurna dari kejahatan makhluk-Nya."

Rasul SAW bersabda:

إذا رأى أحدكم من نفسه و أخيه ما يعجبه فليدع بالبركة فإن العين حق

"Jika salah seorang dari kalian melihat pada diri saudaranya suatu hal yang menakjubkan maka doakanlah keberkahan baginya, karena ‘ain itu benar adanya."

Cara Mengobati 'Ain

"Rasul SAW memerintahkan Amir ra untuk berwudhu lalu bekas air wudhunya disiramkan kepada Sahl ra, tidak berapa lama Sahl ra pun tersadar."

HR. Malik dan Ibnu Majah, Shahih Tweet

بِسْمِ اللهِ أرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءِِ يُؤْذِيْكََ مِن شَرِّ كُلِّ نَفْسِِ وَ عَيْنِ حَاسِدِِ اللهُ يَشْفِيكَ

"Dengan menyebut nama Allah swt, aku membacakan ruqyah untukmu dari segala sesuatu yang menganggumu dari kejahatan setiap jiwa dan pengaruh ‘ain. Semoga Allah SWT menyembuhkanmu.”

Do'a yang dibacakan malaikat Jibril as untuk Rasul SAW Tweet

Yuk, mulai sekarang bila kita melihat anak kita atau orang lain yang mengagumkan dari berbagai hal, kita ucapkan:

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on twitter
Twitter

Artikel Terkait

Kisah Imam Ali Zainal Abidin bin Husain

Al-Habib Ali Zainal Abidin Bin Abdurrahman Al-Jufri menceritakan sebuah kisah tentang Imam Ali Zainal Abidin: “Beliau datang ke masjid kemudian menjalankan sholat dan berdoa dengan tenang setelah itu beliau keluar. Ketika beliau keluar masjid Imam Ali Zainal Abidin bertemu dengan seseorang yang tidak suka dengan ahli bait (semoga Allah azza wajalla menjauhkan kita dari sifat itu karena sifat itu adalah sifat-sifat orang munafik/nifaq)”.

Tanggapan