Persiapan Sebelum Safar

Disadur dari tulisan:
Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

Artikel sebelumnya:
Safar: Arti, Macamnya, dan Manfaat
Perhatikan Hal-hal Ini Sebelum Safar

بسم اللٌه الرٌحمن الرٌحیم​

Persiapan Menjelang Safar

Menjelang keberangkatan hendaknya dilakukan beberapa perkara, diantaranya:

Jadikan Perjalanannya Bernilai Ibadah

Usahakanlah untuk menjadikan perjalanannya itu ada nilai ibadahnya, seperti melakukan silaturrahim dengan keluarga, kaum kerabat dan sanak famili.

Berkata Abu Hurairah ra, Rasul ﷺ bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturahim.

HR. Bukhari dan Muslim

Mendirikan Sholat Sunnah

Sebelum keluar dari rumah hendaknya mendirikan sholat sunnah safar 2 rakaat.

Berkata Abu Hurairah ra Rasul ﷺ bersabda:

إِذَا خَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَخْرَجِ السُّوْءِ وَإِذَا دَخَلْتَ إِلَى مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَدْخَلِ السُّوْءِ

Jika engkau keluar dari rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah.

HR. Al – Bazzar, shahih

Berpamitan Dan Saling Memberi Pesan

  • Mukim Kepada Musafir

Hendaknya yang mukim memberikan pesan dan do’a kepada yang hendak safar.

Berkata Abu Hurairah ra; Ada seseorang yang mendatangi Rasul ﷺ dan mengatakan,
“Wahai Rasul, saya hendak safar, mohon nasihatilah saya.” Maka Rasul ﷺ bersabda:

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ  وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Semoga Allah swt membekalimu dengan ketakwaan, mengampuni dosamu, dan memudahkan kebaikan untukmu di mana pun kamu berada.

HR. at-Tirmidzi

Di antara pesan yang disampaikan oleh Rasul ﷺ bagi orang yang hendak safar, beliau ﷺ mengucapkan:

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan amal terakhirmu kepada Allah.

HR. Ahmad, Abu Daud
  • Musafir Kepada Mukim

Bagi orang yang hendak safar hendaknya mengatakan kepada orang yang hendak ditinggal, membacakan do’a:

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Aku titipkan kamu kepada Allah swt, Dia tidak akan menyia-nyiakan titipannya.

HR. Ibnu Majah

Bagi Wanita harus Dengan Mahramnya.

Berkata Abu Hurairah ra, Rasul ﷺ bersabda:

لاَ يَحِلُّ لامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُسَافِرَ مَسِيرَةَ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ لَيْسَ مَعَهَا حُرْمَةٌ

Tidak halal (boleh) bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir safar sejauh sehari semalam (perjalanan) tanpa mahram

HR. Bukhari dan Muslim

Sebagian ulama berpendapat boleh safar jika ditemani rombongan yang dapat dipercaya, tidak menimbulkan fitnah, dan terjamin keselamatannya.

Dalam Keadaan Bahagia

Jangan seseorang yang hendak mengadakan safar dalam keadaan sedih, marah atau galau, karena semua itu akan menghilangkan kenikmatan atau menambah berat beban di dalam Safarnya.

Ali bin Abi Thalib ra setiap menginjakkan kakinya pada pijakan kaki pada pelana, dia membaca Basmalah lalu saat duduk di punggung hewan itu ia membaca doa di atas, kemudian dilanjutkan dengan Alhamdulillaah (3X) Allaahu akbar (3X), lalu membaca

سُبْحَانَكَ اِنِّىْ ظَلَمْتُ نَفْسِىْ فَاغْفِرْلِىْ اِنَّهُ لاَيَغْفِرُالذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ

Mahasuci Allah, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, karena itu ampunilah aku. Tak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.

Setelah membaca doa ini dia tertawa, maka di antara sahabat yang lainnya ada yang bertanya, “mengapa engkau tertawa, wahai amirul mukminin?” Ali ra menjawab, “Aku pernah melihat Rasul ﷺ melakukan seperti apa yang baru saja kulakukan, lalu tertawa . Aku pun bertanya, ‘wahai Rasul, apa yang membuat engkau tertawa? Ia menjawab, sesungguhnya Tuhanmu kagum terhadap hamba-Nya pada saat mengatakan “Ampunilah dosa-dosaku!” Ia tahu bahwa tak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Dia.”

Membaca Do’a

Bila sudah berada di atas kendaraan untuk melakukan perjalanan, hendaklah mengucapkan Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar Setelah itu membaca:

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga.

HR. Muslim
Bersambung ke: Waktu dan Adab Saat Safar

Related Articles

Waktu dan Adab Safar

Disadur dari tulisan:Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Artikel sebelumnya:Safar: Arti, Macamnya, dan ManfaatPerhatikan Hal-hal Ini Sebelum SafarPersiapan Sebelum Safar بسم اللٌه الرٌحمن الرٌحیم​ Waktu Perjalanan…

Responses