Safar: Arti, Macamnya, dan Manfaat

Disadur dari tulisan:
Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

بسم اللٌه الرٌحمن الرٌحیم

Arti Safar

Kata safar diambil dari bahasa Arab, yang artinya mengungkap tabir dan menyingkap tirai.

“Safara al-‘Imamata ‘an ar-Ra’si wa al-Khimar ‘an al-Wajhi.”

Menyingkirkan sorban dari kepala dan penutup dari wajah.

Raghib Isfahani rhm

Tidak disebutkan kata-kata safar kecuali maksudnya adalah bepergian jauh, dan orang yg melakukannya disebut musafir.

Kapan disebut Musafir

Para ulama sepakat mengatakan seseorang disebut sebagai musafir bila perginya keluar kota, dan telah menempuh jarak:

Lebih dari 85 km

Mayoritas ulama dari kalangan Syafi’i rhm, Hambali rhm dan Maliki rhm. Dalilnya:

وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَابْنُ عَبَّاسٍ رضى الله عنهم يَقْصُرَانِ وَيُفْطِرَانِ فِى أَرْبَعَةِ بُرُدٍ وَهْىَ سِتَّةَ عَشَرَ فَرْسَخًا

Dahulu Ibnu Umar ra dan Ibnu Abbas ra mengqashar shalat dan tidak berpuasa ketika bersafar menempuh jarak 4 burud (yaitu: 16 farsakh).

HR. Bukhari

Mengadakan perjalanan selama 3 hari 3 malam

Mazhab Hanafiyah, dalilnya:

Berkata Ibnu Umar ra, Rasul ﷺ bersabda:

لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ

Janganlah seseorang itu bersafar selama tiga hari kecuali bersama mahramnya.

HR. Bukhari dan Muslim

Berkata Ali ra:

جَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيَهُنَّ لِلْمُسَافِرِ وَيَوْمًا وَلَيْلَةً لِلْمُقِيمِ

Rasul ﷺ menjadikan tiga hari tiga malam sebagai jangka waktu mengusap khuf bagi musafir, sedangkan sehari semalam untuk mukim.

HR. Muslim

Tidak ada batasan

Tergantung Urf atau adat dan kebiasaan di wilayah itu.
(Ibnu Taimiyah rhm, Ibnul Qayyim rhm dan madzhab Zhahiri)

Macam Safar

Safar dapat kita bagi menjadi 5 macam, yaitu:

1. Safar Wajib

Yaitu perjalanan untuk menunaikan kewajiban, seperti; Menunaikan ibadah haji yang wajib, umrah yang wajib, menuntut ilmu agama yang wajib atau kewajiban berjihad.

2. Safar Sunnah

Yaitu perjalanan yang dianjurkan, seperti; Melaksanakan umrah yang sunnah, haji yang sunnah, dan lainnya.

3. Safar Mubah

Yaitu perjalanan yang diperbolehkan dalam agama, misalnya; bepergian untuk berdagang barang-barang yang halal, dll.

4. Safar Haram

Yaitu perjalanan untuk melakukan perbuatan haram, misalnya; perjalanan untuk berdagang khamr, berjudi, dll

5. Safar Makruh

Yaitu bepergian seorang diri, kecuali untuk melakukan hal-hal yang sangat penting.

Manfaat Safar

Banyak sekali manfaat dari berpergian jauh atau safar, di antaranya;

Menghilangkan Penat dan Gundah.

Dengan berpergian, sering kali kita melihat keadaan saudara kita di luar sana yang lebih susah dari segi harta, kesehatan dan lainnya, yang semua itu membuat beban kita terasa menjadi kecil bila dibandingkan dengan musibah mereka.

Berkata Abu Dzar ra:

أَمَرَنِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ .. وَأَمَرَنِي أَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ دُونِي وَلَا أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِي

Kekasihku Nabi ﷺ memerintah tujuh perkara padaku, (di antaranya): Beliau ﷺ memerintahkanku agar melihat orang yang berada di bawahku (dalam masalah harta dan dunia), juga supaya aku tidak memperhatikan orang yang berada di atasku.

HR. Ahmad. Shahih

Mengerti Arti Kehidupan

Bepergian menjadikan kita mengerti ‘arti kehidupan’, bahwa hidup ini seperti sebuah perjalanan. Kita hanya sebentar mampir untuk urusan tertentu. Jika nanti urusan kita sudah selesai, kita akan kembali pulang ke rumah.
Begitulah kehidupan kita di dunia ini. Dunia ini hanya sementara. Jika urusan kita di dunia ini sudah selesai, kita akan kembali kepada Allah swt.

Berkata Ibnu Umar ra:

أخذ رسول الله صلى الله عليه و سلم بمنكبي فقال: كن في الدنيا كأنك غريب، أو عابر سبيل

Rasul ﷺ pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.

HR. Bukhari

Mendapatkan Ilmu

Di dalam perjalanan itu, kita akan bertemu dengan banyak orang, melihat banyak hal selama diperjalanan atau ketika sampai tujuan, yang semua itu dapat mendatangkan ilmu.

Menambah Wawasan Soal Etika

Dengan safar selain menambah wawasan pengetahuan umum, juga menambah prilaku dan etika, berbeda tempat, berbeda pula etika dan normanya.

Menambah Sahabat

Berpergian memberikan kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru dari berbagai latar belakang suku, ras, dan agama. Pertemanan kita akan semakin beragam dan koneksi kita akan semakin luas.

Dan masih banyak lagi faedah berpergian jauh, oleh karena Allah swt telah memberikan anjuran bagi kita untuk melakukan safar, hal ini dapat dilihat pada: Qs.Alu Imran:137,
Qs.Al-Mulk:15, Qs.Muhammad: 10, Qs.Yusuf: 109, dan lainnya.

Berkata Imam Syafi’i rhm dalam syairnya:

:وَسَافِرْ فَفِي الأَسْفَارِ خَمْسُ فَوَائِدِ..

،تَفَرُّجُ هَمٍّ، وَاكْتِسابُ مَعِيشَةٍ

 .وَعِلْمٌ، وَآدَابٌ، وَصُحْبَةُ مَاجِد

Dan ber’safar’ lah, sungguh di dalam safar itu ada lima faedah, yaitu; Menghilangkan kegundahan hati, mencari dan mendatangkan rezeki, ilmu, Adab (budi pekerti yang baik) dan sahabat yang mulia.

Imam Syafi’i
Bersambung ke: Perhatikan Hal-hal ini Sebelum Safar

Tanggapan