fbpx

Safar atau Bepergian – Bagian 5/5

Disadur dari tulisan:
Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

بسم اللٌه الرٌحمن الرٌحیم​

Perjalanan Pulang

Ada beberapa adab yang dianjurkan bagi seseorang yang hendak kembali dari safarnya, diantaranya:

Berkata Ibnu Umar ra;

وَأَنَّهُ لَيْسَ لَهُ دَوَاء إِلَّا سُرْعَة السَّيْر

“Tidak ada obat dari sulitnya safar selain mempercepat dalam melakukan perjalanan (pulang).”

آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ....

“Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan selalu memuji kepada Rabb kami.”

HR. Muslim, Ahmad dan imam Nasai dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah dari Anas bin Malik ra Tweet

لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ آيِبُوْنَ، تَائِبُوْنَ، عَابِدُوْنَ، سَاجِدُوْنَ، لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ، صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ.

“Tidak ada ilah yang berhak diibadahi melainkan Allah Yang Mahaesa tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu, kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan bersujud, serta selalu memuji Rabb kami. Dialah Yang membenarkan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan segala musuh dengan ke-Maha-esaan-Nya.”

Dianjurkan untuk banyak mengulang membaca kalimat ini;

.آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ

"Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan selalu memuji kepada Rabb kami.”

Berkata Anas ra; "Rasul saw terus mengucapkan kalimat tersebut hingga kami tiba di Madinah."

Dikatakan;

.نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَطْرُقَ أَهْلَهُ لَيْلاً

"Rasul ﷺ telah melarang seseorang untuk mengetuk (pintu rumah) keluarganya pada waktu malam hari.”

Di dalam hadits lainnya disebutkan:

.كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَيَطْرُقُ أَهْلَهُ، كَانَ لاَيَدْخُلُ إِلاَّ غُدْوَةً أَوْ عَشِيَّةً

"Rasul ﷺ tidak pernah mengetuk pintu (rumah keluarganya), tidak pula masuk (ke rumah, setelah pulang dari bepergian) kecuali pada pagi hari atau sore hari.”

Hikmahnya
Rasul saw bersabda;

.كَيْ تَمْتَشِطَ الشَّعِثَةُ وَتَسْتَحِدَّ الْمُغِيْبَةُ

"Agar keluarganya mempunyai waktu terlebih dahulu untuk merapikan diri, berhias, menyisir rambut yang kusut dan dapat bersolek setelah ditinggal pergi.”

.إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ ضُحًى دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

“Sesungguhnya apabila Nabi ﷺ telah tiba dari bepergian pada saat Dhuha, beliau masuk ke dalam masjid dan kemudian shalat dua raka’at sebelum duduk.”

Berkata Jabir ra;
“Aku pernah bepergian bersama Rasul ﷺ Ketika kami telah tiba di kota Madinah, beliau ﷺ berkata kepadaku:

.اُدْخُلِ الْمَسْجِدَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ

"Masuklah masjid dan shalatlah dua raka’at."

Berkata Abu Kuraib ra;

حَمَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الأَدَاوَى وَالْقِرَبِ وَكَانَ يَصُبُّ عَلَى الْمَرْضَى وَيَسْقِيهِمْ

"Rasul ﷺ pernah membawa air zam-zam dalam botol atau tempat air. Ada orang yang tertimpa sakit, kemudian beliau menyembuhkannya dengan air zam-zam.”

HR. Baihaqi dalam Sunanul Kubro dan Syu’abul Iman, shahih Tweet

Disebutkan dalam riwayat bahwa Rasul ﷺ bersabda;

من اشترى لعياله شيأ ثم حمله بيده إليهم حط الله عنه ذنوب سبعين سنة

"Siapa saja yang membeli sesuatu untuk keluarganya, lalu ia sendiri membawanya untuk mereka, niscaya Allah swt menggugurkan dosa 70 tahun."

Syekh Nawawi Banten, Uqudul Lujain fi Bayani Huquqiz Zaujain Tweet

Dikatakan;

أَنَّهُ لَمَّا قَدِمَ المَدِينَةَ نَحَرَ جَزُورًا أَوْ بَقَرَةً

“Ketika Rasul ﷺ datang ke Madinah, beliau ﷺ menyembelih unta atau sapi betina.”

Penutup

Setelah kita membahas secara singkat dan memahami sunnah dan adab-adab safar, maka hendaknya kita berusaha untuk menerapkannya saat safar, dengan harapan mendapat semua kebaikan yang terkandung di dalam safar, baik bagi musafirnya dan mukimnya serta harta yang ditinggalkan.

Orang yang cerdas dan bijak, selalu berfikir safar ini hanya sebentar dan pasti akan kembali pulang oleh karena itu akan berusaha semaksimal mungkin menggunakan waktu safarnya dengan sebaik-baiknya.
Begitu pula kehidupan dunia ini tidak ubahnya seperti orang yang sedang safar, sifatnya tidak lama dan sementara nantinya pasti akan kembali juga kepada Allah swt, oleh karenanya gunakanlah waktu yang singkat ini dengan sebaik-baiknya.

Semoga safar perjalanan kita dipenuhi dengan keridhaan dan keberkahan Allah swt… Amiiin.

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

Artikel Terkait

Tanggapan